-GOVERNMENT BONDS-
Dua seri tersebut catatkan bid to cover ratio, masing-masing hingga sebesar 10,7x dan 13x. Rasio tersebut tertinggi dibanding seri lainnya yang berada dalam kisaran 1,1x hingga 9,2x. Pemerintah hanya memenangkan FR0087 senilai IDR 700 miliar, dari penawaran masuk seri ini IDR 7,5 triliun. Sementara itu, FR0088 senilai IDR 300 miliar dari penawaran masuk seri ini senilai IDR 3,9 triliun. Kekhawatiran kenaikan kembali yield US Treasury (UST), membuat investor cenderung wait and see pada lelang Surat Utang Negara (SUN) terakhir periode 1Q21 ini. Kenaikan yield UST akan membuat ekspektasi yield SUN kembali tinggi, mengurangi minat SUN yang ditawarkan pada lelang kali ini. Di sisi lain, pemerintah banyak memenangkan SUN tenor pendek SPN12210701 dan SPN12220331 dalam lelang kemarin. Kedua seri tersebut, masing-masing dimenangkan IDR 400 miliar (bid to cover ratio 1,1x) dan IDR 600 miliar (bid to cover ratio 1,2x).

-CORPORATE BONDS-
Chandra Asri Petrochemical Terbitkan Obligasi IDR 1 Triliun. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) bakal menerbitkan dan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical dengan jumlah sebanyak-banyaknya IDR 1 triliun pada April 2021 mendatang. Obligasi ini akan ditawarkan dalam tiga seri. Pertama seri A senilai IDR 50 miliar dengan bunga 7,80% yang akan jatuh tempo dalam 3-tahun mendatang tepatnya 15 April 2024. Kemudian seri B senilai IDR 587,95 miliar dengan bunga 8,50% dan jatuh tempo pada 5-tahun mendatang atau 15 April 2026. Selanjutnya seri C senilai IDR 362,05 miliar dengan bunga 9,00% dan akan jatuh tempo dalam 7-tahun mendatang pada 15 April 2028. Adapun, jadwal penawaran umum obligasi berkelanjutan tersebut sebagai berikut: masa penawaran umum 9 – 12 April, penjatahan 13 April, distribusi secara elektronik 15 April, dan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia 16 April. (Kontan)

-MACROECONOMY-
Ditjen Pajak Catat Realisasi Pelaporan SPT Tahunan 2020 Baru 9,9 Juta. Pemerintah berhadap tahun ini makin banyak wajib pajak (WP) yang melaporkan surat pemberi tahuan (SPT) Tahunan 2020. Hal ini seiring dengan makin bertambahnya jumlah wajib pajak terdaftar. Namun, tingkat ratio kepatuhan masih rendah. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga 30 Maret 2021 sebanyak 9.945.801 SPT Tahunan 2020 telah dilaporkan. Angka tersebut naik 13,76% atau sekitar 1,2 juta dari laporan SPT Tahunan 2019 yang berlangsung pada periode sama tahun lalu yakni mencapai 8.742.603. Secara rinci, untuk wajib pajak orang pribadi (WP OP) termasuk wajib pajak karyawan tercatat sebanyak 9.645.965 SPT Tahunan 2020, naik 13,64% YoY. Sementara untuk wajib pajak badan sudah ada 299.838 SPT Tahunan 2020 yang telah dilaporkan ke Ditjen Pajak, naik 17,52% YoY. (Kontan)

-RECOMMENDATION-
Yield UST Kembali Naik, Tekan Minat Green Shoe Option SUN. Yield UST tenor 10-tahun kembali naik ke level 1,77% atau level tertinggi dalam 14 bulan terakhir. Pelaku pasar UST merespon program vaksinasi dan pengeluaran infrastruktur di AS, mendorong pemulihan ekonomi yang kemudian berdampak pada kenaikan inflasi. Hari ini, pemerintah kembali melaksanakan lelang Green Shoe Option SUN, menawarkan FR0086, FR0087, FR0088, FR0083, dan FR0089. Kelima seri tersebut ditawarkan dengan yield rerata tertimbang masing-masing di level 5,87%; 6,76%; 6,60%; 7,45%; dan 7,07%. NHKSI Research melihat yield tersebut kurang atraktif, seiring yield UST treasury kembali naik sebesar 6 bps ke level 1,77% pada perdagangan kemarin.